Ketika suami dan istri menjalankan satu perusahaan, konflik jarang runtuh karena masalah besar. Ia muncul sebagai beban emosional yang dibawa pulang, akibat peran, ekspektasi, dan batas yang tidak pernah dibicarakan.

Ketika meja makan menjadi perpanjangan ruang rapat
Dalam banyak bisnis keluarga, pekerjaan tidak berhenti ketika hari kerja selesai. Ia hanya berpindah tempat. Dari ruang rapat ke meja makan. Dari diskusi strategi ke percakapan sebelum tidur.[1] Bisnis ikut pulang, ikut duduk di antara pasangan, bahkan ikut masuk ke ruang yang paling privat dalam pernikahan. Namun seiring waktu, batas mulai kabur. Percakapan kerja berubah menjadi emosional. Kritik profesional terdengar seperti kritik terhadap pasangan.[1]